Lebih lanjut Suhud mengatakan memasuki perjalanan dakwah Muhamamadiyah yang telah mencapai 103 tahun ini hendaknya perlu dilakukan evaluasi atau intsropeksi bagaimana mengatasi berbagai indikasi yang bisa menyebabkan kegagalan pendidikan tersebut. “Konsep pendidikan di Muhammadiyah sebenarnya sudah di rancang sebagai pendidikan berbasis keislaman yang diharapkan memiliki out put melahirkan generasi yang memiliki kecerdasan intelektual tinggi dan berbudi pekerti luhur” Ungkap Suhud. Dalam melaksanakan konsep rancang bangun tersebut Muhammadiyah juga telah menyiapkan berbagai strategi pelaksanaan yang dimulai dari tinjauan proses belajar mengajar. Suhud menjelaskan dalam pendidikan muhammadiyah selalu ada keterkaitan antara siswa, guru, materi dan keterlibatan pimpinan. “Untuk kesiapan materi saya rasa sudah, tinggal bagaimana mempersiapkan tenaga guru yang memiliki standard kompetensi dan melalui proses seleksi yang sangat selektif” tegasnya. Dan yang lebih penting lagi menurut dia adalah dalam hal memilih pengelola. Majelis dikdasmen Muhammadiyah Klaten menurut Suhud saat ini mulai selektif dalam memilih tenaga pendidik, pengelola di jajaran sekolah Muhammadiyah dengan harapan dapat meningkatkan kualitas pendidikan sesuai dengan harapan dari misi Muhammadiyah di bidang pendidikan. (Noer)
Ketua Majelis Dikdasmen PDM Klaten: Mulai Muncul indikasi kegagalan di dunia pendidikan
Lebih lanjut Suhud mengatakan memasuki perjalanan dakwah Muhamamadiyah yang telah mencapai 103 tahun ini hendaknya perlu dilakukan evaluasi atau intsropeksi bagaimana mengatasi berbagai indikasi yang bisa menyebabkan kegagalan pendidikan tersebut. “Konsep pendidikan di Muhammadiyah sebenarnya sudah di rancang sebagai pendidikan berbasis keislaman yang diharapkan memiliki out put melahirkan generasi yang memiliki kecerdasan intelektual tinggi dan berbudi pekerti luhur” Ungkap Suhud. Dalam melaksanakan konsep rancang bangun tersebut Muhammadiyah juga telah menyiapkan berbagai strategi pelaksanaan yang dimulai dari tinjauan proses belajar mengajar. Suhud menjelaskan dalam pendidikan muhammadiyah selalu ada keterkaitan antara siswa, guru, materi dan keterlibatan pimpinan. “Untuk kesiapan materi saya rasa sudah, tinggal bagaimana mempersiapkan tenaga guru yang memiliki standard kompetensi dan melalui proses seleksi yang sangat selektif” tegasnya. Dan yang lebih penting lagi menurut dia adalah dalam hal memilih pengelola. Majelis dikdasmen Muhammadiyah Klaten menurut Suhud saat ini mulai selektif dalam memilih tenaga pendidik, pengelola di jajaran sekolah Muhammadiyah dengan harapan dapat meningkatkan kualitas pendidikan sesuai dengan harapan dari misi Muhammadiyah di bidang pendidikan. (Noer)
0 comments:
Posting Komentar